Anemia didefinisikan sebagai pengurangan volum eritrosit atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai rentang yang terdapat pada orang-orang normal. Anemia dapat disebabkan oleh banyak hal,  antara lain karena adanya penurunan produksi atau hipoproliferasi dari eritrosit, hemolisis, dan kelainan genetik.1

Anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi untuk sintesis hemoglobin adalah penyakit hematologi yang sering dijumpai pada bayi dan anak, diperkirakan terdapat 30% populasi dunia menderita anemia defisiensi besi terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. 1

Berdasarkan hasil–hasil penelitian terpisah yang dilakukan di beberapa tempat di Indonesia tahun 1980, prevalensi anemia pada wanita hamil 50-70%, anak balita 30-40%, anak sekolah 25-35% dan pekerja fisik berpenghasilan rendah 30-40%. Menurut SKRT 1995, prevalensi rata–rata nasional pada ibu hamil 63,5%, anak balita 40,1%. Prevalensi anemia defisiensi besi yang tinggi pada anak sekolah  membawa  akibat negatif yaitu rendahnya  kekebalan tubuh sehingga menyebabkan tingginya  angka  kesakitan.

Prevalensi anemia defisiensi besi juga sering dijumpai pada anak usia sekolah dan remaja. Angka kejadian anemia defisiensi besi pada anak usia sekolah (5-8 tahun) di kota sekitar 5,5%, anak pra-remaja 2,6% dan gadis remaja hamil 26%. Di Amerika Serikat sekitar 6% anak berusia 1-2 tahun diketahui kekurangan besi, 3% menderita anemia. Lebih kurang 9% gadis remaja di Amerika Serikat kekurangan besi dan 2% menderita anemia, sedangkan pada anak laki-laki sekitar 50% cadangan besinya berkurang saat pubertas.1

Prevalensi anemia defisiensi besi lebih tinggi pada anak kulit hitam dibanding kulit putih, keadaan ini mungkin berhubungan dengan status sosial ekonomi anak kulit hitam lebih rendah.1

Definisi Anemia

  1. Anemia adalah penurunan volum sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai rentang yang terjadi pada orang sehat. Adapun nilai rujukan nilai normal untuk sel darah merah wanita dewasa adalah 3,8 – 4,8 juta/mm3 sedangkan laki-laki dewasa adalah 4,5 – 5,5 juta/mm3. Nilai rujukan kadar hemoglobin untuk laki-laki dewasa adalah 13,0 – 17,0 g/dl sedangkan untuk wanita dewasa tidak hamil adalah 12,0 – 15,0 g/dl.1
  2. Anemia secara fungsional adalah ketidakcukupan jumlah sel darah merah yang adequate untuk membawa oksigen ke jaringan perifer.2

Download makalah penelitiannya disini
Semoga bermanfaat.
admin